Archives

Perlunya Teknologi Informasi untuk Teknik Industri

Information Technology (IT) memegang peranan penting pada teknik industri (TI). Keterlibatannya sudah tidak dapat dielakan, atau IT sudah bagaikan organ jantung dalam tubuh manusia yang memompakan darah ke segala penjuru tubuh, dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut, agar badan terasa sehat dan segar dan tidak sakit-sakitan, demikian pula IT dalam TI memompakan data dan informasi ke segala jaringan industri, dari supplier sampai dengan customer, dari kantor pusat ke kantor cabang, agar proses bisnis menjadi lebih effektip dan effisien, serta untuk mengoptimasikan, mengotomasikan, dan mempercerdas dalam berbagai proses produksi dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, unsur IT didalam kurikulum TI justru menjadikan suatu PSTI (Program Studi Teknik Industri) bertambah kuat. Mengingat semua fakta diatas, maka PSTI Universitas Brawijaya memiliki salah satu konsentrasi yang unik yang mengarah aplikasi IT pada bidang TI (yang tak ada duanya di Indonesia) yang disebut Konsentrasi Sistim Informasi Manajemen Industri.

Continue reading Perlunya Teknologi Informasi untuk Teknik Industri

Bidang Aplikasi Artificial Intelligence

Penerapan AI meliputi berbagai bidang seperti ditunjukkan pada bagian cabang dari pohon AI pada Gambar 1, sedangkan induk keilmuan AI dapat dilihat pada akar dari pohon AI yang antara lain meliputi: Bahasa/linguistik, Psikologi, Filsafat, Matematik, Teknik Elektro, Ilmu Komputer, dan Ilmu Manajemen. Bidang aplikasi AI yang umum ditemui saat ini antara lain adalah:

Sistem Pakar (Expert Systems), yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. Sistem Pakar merupakan aplikasi AI yang paling tua dan banyak dikembangkan. Jadi dalam hal ini kepakaran manusia seolah-olah dipindahkan kedalam hardisk komputer.

Case Based Reasoning (CBR). CBR adalah suatu pendekatan untuk mendapatkan solusi dengan menggunakan acuan solusi problem-problem terdahulu untuk memecahkan problem yang baru. Jadi, CBR memecahkan masalah baru dengan menggunakan solusi masalah lama yang serupa atas dasar analogi. CBR dapat diibaratkan memindahkan database kasus-kasus yang telah dimiliki oleh seorang pakar kedalam hardisk komputer untuk dipakai menyelesaikan kasus baru yang serupa.

Continue reading Bidang Aplikasi Artificial Intelligence

Artifisial versus Natural Intelligensia

Nilai potensial/ekonomis AI dapat lebih dimengerti apabila dikontraskan dengan kecerdasan natural. Dibanding inteligensia alami, AI mempunyai keuntungan antara lain:

  • AI permanen. Inteligensi yang disimpan pada komputer tidak akan bisa hilang/lupa, sedangkan inteligensi seorang manusia lambat laun akan hilang/pikun karena usia, atau bahkan hilang karena meninggal, atau berpindah tempat karena pindah kerja.
  • AI tidak mengenal lelah. Inteligensi natural tidak mungkin bekerja terus menerus setiap hari tanpa istirahat, sedangkan AI boleh dikatakan dapat digunakan sepanjang hari terus menerus tanpa istirahat.
  • AI mudah diduplikasi. Memindahkan inteligensi natural melalui pendidikan sangat membutuhkan waktu yang lama sekali, sebagai gambaran seorang dokter harus belajar lebih dari 6 tahun sebelum diijinkan buka praktek sendiri. AI, karena merupakan suatu software, maka dapat diperbanyak dengan mudah dan dengan cepat sekali, sehingga muncul ungkapan AI adalah mass production (produksi masal) dari kecerdasan dibidang tertentu. Continue reading Artifisial versus Natural Intelligensia

Penalaran Manusia

Manusia memecahkan masalah melalui kombinasi antara fakta dan pengetahuan (knowledge). Penalaran (reasoning) adalah proses yang berhubungan dengan pengetahuan, fakta, dan strategi pemecahan masalah (problem solving) untuk mendapatkan konklusi/penyelesaian. Berbagai metode penalaran yang lazim adalah deduksi, induksi, abduktip, analogi, dan akal sehat, berikut ini penjelasan singkatnya.

Deduksi (deduction)

Manusia menggunakan deduksi untuk mendapatkan informasi baru dari informasi yang sudah diketahui (pengetahuan) yang ada relasinya. Penalaran deduksi menggunakan fakta-fakta dari masalah yang ada dan pengetahuan umum yang sesuai yang pada umumnya berbentuk aturan (rules) atau implikasi (implications), jadi dari hal yang umum, dikenakan pada hal yang khusus, model deduksi adalah:

Continue reading Penalaran Manusia

Pengertian Artificial Intelligence

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI, kecerdasan buatan) telah menjadi salah satu cabang riset yang sangat aktip dan produktip bagi para ilmuwan dibidang masing-masing. Suatu peralatan modern canggih berupa: mesin, software, permainan, dan seterusnya, bila tidak mengandung AI, akan terasa cemplang atau tawar. Para ahli menyepakati bahwa AI menangani antara lain dua hal pokok yaitu:

  1. AI mempelajari proses penalaran manusia (untuk memahami apakah arti cerdas itu).
  2. Bagaimana merepresentasikan proses penalaran itu lewat mesin (komputer, robot, dsb.)

Continue reading Pengertian Artificial Intelligence